Selasa, 09 April 2013

jodoh?

         JODOH memang rahasia illahi, insyaallah saya yakin akan apa yang telah tertulis dalam firmanNya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu mawaddah dan rahmat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum [30]:21). Namun sebelum bertemu dengannya (jodoh), batin dan raga akan berguncang, meronta, dan bergejolak, terus bertanya dalam hati siapa jodoh ku kelak? Dia (pacar), si A, si B atau si C? Bukankah demikian?. “Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar ia merasa tenang kepadanya.” (QS Al-A’raf [7]: 189). Meskipun jodoh ada di tangan Allah Swt, namun kita memiliki ikhtiar untuk menyibak tabir Ilahi tersebut. Kita lazim menentukan kriteria pasangan hidup kita. Kriteria pasangan hidup yang akan menghantarkan kita pada kebahagiaan hidup adalah seperti yang disinggung oleh Nabi saw, Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya engkau tidak akan merugi.” Muttafaq ‘alaih.

      Sesungguhnya Allah sudah menciptakan jodoh sesuai dengan kualitas diri serta keImanan yg cocok untuk sang hamba, demikian untuk dipertemukan dengan Timing (momentum) yg sangat tepat bagi-Nya. Jadi tidak ada istilah terlalu cepat atau terlalu lambat untuk ikrarnya sebuah jodoh, semua sangat mungkin bagi Allah. Mengapa Allah merahasiakan jodoh kita? Karena Allah menghendaki umat-Nya terus berusaha memperbaiki diri agar mendapatkan jodoh yang baik pula. “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS. An-Nur:26)

Sabtu, 08 Desember 2012

kematian adalah hidup

kita berasal dari mana?
kenapa kita berada disini?
jika kita mati kemana kita pergi?
apakah yang ada dibaliknya
apa yang terjadi sebelumnya
apakah hidup ini memang sudah ditentukan?

mereka bilang: hidup ini terlalu pendek
disini dan sekarang
dan kau hanya diberi satu kali kesempatan
tapi apa mungkin lebih dari itu?
apa aku pernah hidup sebelumnya?
atau memang hanya ini yang kita dapat?

jika aku mati besok, aku kan baik-baik saja
karena aku percaya, walaupun setelah kita tidak ada
jiwa ini akan tetap ada

dulu aku sangat takut akan keamtian
dulu aku berpikir kematian adalah akhir

tapi itu dulu, sekarang aku tak takut lagi
aku tau jiwaku akan berpindah
aku mungkin tak akan pernah menemukan semua jawabannya
aku mungkin tak akan pernah mengerti mengapa ini terjadi
aku juga tak akan bisa membuktikan segala yang aku tau itu benar
tapi aku tau bahwa aku harus tetap mencoba

ayo, beranilah, jangan mennagis di kuburanku
karena kau tak lagi berada disini
tapi tolong jangan biarkan kenangan tentangku terhapus dari pikiranmu

aman dalam cahaya yang mengelilingiku
terbebas dari rasa takut dan kepedihan
pikiranku yang terus bertanya telah membantuku menemukan
arti dari hidupku lagi

jika suatu saat aku mati, terimakasih kepada Tuhan ku yang telah memberi segalanya karunia terindah dihidupku.
bahagiaku memiliki keluarga bahagia dalam kesederhanaan, bahagiaku memiliki orang tua yang slalu jadi semangatku dalam melangkah kedepan, bahagiaku sempat memiliki seseorang yang telah mengajari semua hal indah, bahagiaku hingga saat ini masih memiliki seseorang pelengkap kebahagiaan penyempurna segala kekuranganku.

Jumat, 28 September 2012


STEAK LADA HITAM


bahan:
  • sirloin 800 gr
  • 1 sdt lada hitam, haluskan
  • 1 sdm kecap asin
  • 2 sdm mentega
saus steak:
  • 150 ml kaldu sapi
  • 2 sdm susu tawar cair
  • 2 sdm saus BBQ
  • 1 sdm saus tomat
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 sdt tepung terigu
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 40 sdm bawang bombay cincang
  • 1 sdt mentega/margarin
sayuran:
  • rebus kemudian tumis dengan sedikit margarine, lada dan garam: 100 gr wortel potong dadu, 100 gr buncis potong dadu
cara membuat:
  • potong daging masing-masing seberat 250 gr. rendam di dalam larutan kecap asin, lada dan garam. biarkan bumbu meresap selama 30 menit. panaskan mentega dalam wajan datar anti lengket.
  • goreng steak sambil dibolak-balik hingga matang. angkat. sajikan panas dengan setup sayuran dan saus.
  • saus: panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum. tambahkan tepung terigu, aduk rata. tuangkan kaldu dan bahan saus lainnya. masak sambil terus diaduk hingga mendidih dan tekstur saus mengental. angkat.

CARA MEMBUAT ABON SAPI



Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat abon sapi:

  • 500 gr daging sapi
  • 250 ml santan kental
bumbu yang dihaluskan:
  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 cm lengkuas
  • 2 sendok teh garam
cara membuat abon sapi:
  • rebus daging dalam air secukupnya hingga daging lunak
  • tiriskan daging kemudian dipotong 2 atau 3 bagian. pukul-pukul tiap potongan daging dengan pemukul daging hingga melebar dan tipis sekali. suwir-suwir halus.
  • aduk bumbu halus dan santan. campur dengan daging suwir dengan santan berbumbu aduk rata.
  • taruh di atas loyang kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. tiriskan kemudian dipres hingga seluruh minyaknya ke luar.
  • siap untuk disajikan
  • resep dibuat untuk 600 gr
BAGIAN-BAGIAN KARKAS

sebelum kita mengetahui bagian-bagian dari karkas, kita perlu tahu apa pengertian dari karkas itu sendiri. Karkas merupakan bagian badan ternak yang telah disembelih, dikuliti, dikeluarkan isi perutnya dan dipotong kaki bagian bawah serta kepalanya. 

adapun bagian-bagian karkas dapat dilihat dari gambar dibawah ini:


sampil/chuck : bagian pahan atas. daging kurang lunak tetapi penuh rasa karena kandungan kolagen yg cukup tinggi. sesuai untuk masakan empal, semur, sop, kari, abon dan rendang.

sampil kecil/blade,clod,oyster: bagian bahu atas dan bawah yang berbentuk segi empat. sampil kecil merupakan potongan daging yang tebal namun empuk. sesuai untuk masakan rendang, kari, steak, tumis.

kijen/chuck tende: berbentuk kerucut yang berlapis kulit luar yang tipis. bagian ini cukup empuk. sesuai untuk masakan steak, namun juga bisa dibuat rendang, sop, tongseng.

sandung lamur/brisket: potongan bagian dada. potongan ini agak berlemak. sesuai untuk masakan cornet, roll, rawon, sop, roast.


iga lamusir depan/cube roll: bagian punggung, dipotong dari rusuk keempat hingga rusuk keduabelas. bagian ini termasuk bagian yang lunak karena terdapat butir-butir lemak didalamnya. sesuai untuk masakan bistik, sate, rendang, empal, sukiyaki.

shortloin, has luar, sirloin shorloin dan has luar (striploin): potongan bagian belakang sapi. sirloin adalah bagian daging yang terletak persis dibelakang shortloin dan diatasnya tenderloin atau has dalam. Meskipun jenis daging ini termasuk dalam kategori prima, harganya tidak semahal has dalam. Has luar bisa dimasak dengan berbagai cara yaitu sebagai steak, diiris tipis-tipis untuk keperluan sukiyaki, yakiniki atau shabu-shabu. 

Has dalam (tenderloin / fillet)
adalah potongan daging yang paling empuk dan kandungan lemaknya tidak besar. Lokasi potongan daging ini ditengah-tengah sirloin. Karena daging ini sangat lunak, cara memasaknya dengan cepak supaya tekstur daging tidak rusak. Has dalam bisa dipotong untuk dipanggang dalam oven, atau bisa juga dipotong dalam bentuk steak (tenderloin steak, fillet mignon). Biasanya steak tartare dibuat dari has dalam. Harga jenis potongan ini adalah yang paling mahal dibandingkan dengan potongan yang lainnya.

Samcan (flank)
adalah potongan dari bagian otot perut. Bentuknya panjang dan datar, dan kurang lunak. Di Prancis daging ini dinamakan bavette, dimasak secukupnya saja dan dimakan rare supaya daging tidak menjadi a lot karena dimasak terlalu lama.

Penutup, tanjung, kelapa, pendasar, gandik
Dari paha belakang sapi, atau rump, terdapat beberapa potongan yaitu rump (tanjung), kelapa (knuckle), penutup (inside, topside), silverside, gandik (eye of round), dan pendasar (outside). Tanjung adalah bagian pinggang sapi yang dilapisi oleh lemak yang cukup tebal, bisa dipotong sebagai rump atau dipotong lagi menjadi rump steak. Daging tanjung termasuk jenis daging yang lunak. Tanjung bisa panggang, digrill atau dibroil, digoreng atau diungkep. Jika diiris tipis-tipis bisa juga dipakai untuk oseng.

Daging penutup, kelapa, gandik dan pendasar cocok untuk dibuat empal, dendeng,  dan rendang karena sifat dagingnya yang padat.

Silverside terdapat di paha belakang bagian bawah. Dagingnya padat dan tidak banyak mengandung lemak. Cocok untuk dibuat dendeng, rendang, abon dan bisa juga direbus.

Sengkel (schenkel)
dalam bahasa Inggris shank atau shin merupakan daging yang terdapat di bagian atas betis sapi. Potongan daging ini tidak lunak, dan bisa dibuat menjadi kari, sop, digiling untuk dijadijan daging cincang yang tidak begitu berlemak. (Poppy Barkah)

Berdasarkan standar Perdagangan (SP) 144-1982 yang ditetapkan Departemen Perdagangan Indonesia, penggolongan daging sapi/kerbau menurut kelasnya adalah sebagai berikut:
Golongan (kelas) I, meliputi daging bagian
1. Has dalam (Fillet)
2. Tanjung (Rump)
3. Has luar (Sirloin)
4. Lemusir (Cube Roll)
    - Kelapa (Inside)
    - Penutup (Top Side)
    - Pendasar + Gandik (Silver Side)

Golongan (kelas) II, meliputi daging bagian
1. Paha Depan
   - Sengkel (Shank)
   - Daging Paha Depan (Chuck)
2. Daging Iga (Rib meat)
3. Daging Punuk (Blade)

Golongan (kelas) III, meliputi daging lainnya yang tidak termasuk golongan I dan II, yaitu
1. Samcan (Flank)
2. Sandung Lamur ( Brisket )
3. Daging Bagian Lainnya


sumber:
http://evimeinar.multiply.com
http://www.mediaindonesia.com

Selasa, 25 September 2012


si Penghuni Tanah yang Kaya akan Manfaat

Cacing tanah termasuk salah satu makhluk hidup penghuni tanah yang memberikan banyak manfaat bagi tatanan kehidupan manusia. Multimanfaat cacing tanah anataralain adalah dapat menyuburkan lahan pertanian, meningkatkan daya serap air permukaan, memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah, meningkatkan manfaat limbah bahan organik, bahan makanan ikan hias dan ikan kolam serta pakan ternak, umpan memancing ikan, dan sebagai bahan untuk industri obat serta industri kosmetika. Potensi multimanfaat cacing tanah ini sekarang makin ditingkatkan ke arah komersial dan finansial sebagai salah satu cabang usaha yang menguntungkan. Cacing tanah baik dibudidayakan secara intensif dengan berorientasi agribisnis.
            Dalam perkembangannya potensi sumber daya cacing tanah makin banyak diteliti dan dikembangkan ke arah penjinakan (domestikasi) sampai akhirnya ditemukan teknologi budidaya secara komersial. Saat ini potensi sumber daya cacing tanah di dunia sudah teridentifikasi dan berkalsifikasi lebih dari 1.800 jenis (spesies). Dari jumlah potensi sumber daya jenis cacing tanah tersebut, barus embilan spesies yang banyak menarik perhatian kalangan ahli pertanaian, pembudidaya cacing tanah dan para peminat bidang lainnya, misalnya peternak dan ahli pengobatan tradisional. Menilik prospek wirausaha, dapat diketahui bahwa di Indonesia usaha budidaya cacing tanah secara komersial sebagai peluang wirausaha yang menguntungkan makin banyak disosialisasikan, baik pada skala rumah tangga maupun skala besar.
            Bibit yang dibutuhkan dalam pemeliharaan cacing tanah tergantung pada tujuan pemeliharaannya. Jika tujuan pemeliharaannya untuk reproduksi, sebaiknya bibit yang digunakan sebanyak dua kilogram untuk setiap meter persegi luas permukaan media. Dengan kepadatan populasi ini memungkinkan proses perkawinan menjadi lebih tinggi dan masing-masing cacing tanah dapat menghasilkan kokon. Jika tujuan pemeliharaannya untuk penggemukan maka bibit yang digunakan hanya sebanyak satu kilogram untuk setiap meter persegi luas permukaan media. Dengan kepadatan populasi demikian, membuat cacing tanah lebih aktif dan leluasa mengkonsumsi pakan yang ada. Biasanya untuk wadah berupa kotak plastik berukuran 43 cm x 35 cm x 16 cm dapat diisi bibit sebanyak 200-250 g atau sekitar 400-500 ekor. Sementara wadah berukuran 100 cm x 100 cm x 25 cm dapat diisi sebanyak 600-800 g sekitar 800 – 1.000 ekor bibit.
            Penebaran cacing tanah ke dalam media tidak sekaligus dilakukan, tetapi harus sedikit demi sedikit. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah media yang disiapkan tersebut disukai oleh cacing tanah yang akan ditebarkan. Tahapan yang dilakukan saat penebaran bibit cacing tanah yakni dengan cara mengeluarkan sebagian bibit cacing tanah dai wadah pengangkutan, kemudian dipisahkan dari medianya. Upaya agar bibit cacing tanah tersebut tidak terkena sinar matahari langsung. Tahapan selanjutnya yakni mengambil beberapa ekor bibit dan meletakkan di atas media yang sudah disiapkan, lalu mengamati beberapa saat bibit cacing tersebut. Agar diperoleh hasil panen secara kontinue beberapa minggu sekali, penebaran bibit harus dilakukan dengan cara bibit dipindahkan setelah menghasilkan kokon. Cara ini pun dapat dihasilkan cacing dengan bibot dan besar yang hampir seragam. Bila bibit dibiarkan terus dalam wadah pemeliharaan, setiap 2-3 minggu bibit akan menghasilkan kokon sehingga hasil panen tidak seragam. Pengaturan penebaran bibit dilakukakan dengan cara sebagai berikut: bibit yang sudah ditebarkan selama 2-3 minggu dikeluarkan dari wadah dan dipindahkan ke wadah lain yang berisi media baru. Bibit dipelihara hingga 2-3 minggu kemudian dan dipindahkan lagi ke wadah lain dengan media yang baru. Dengan demikian seterusnya, cacing yang diproduksi dari penebaran bibit tersebut pada saat pertama kali sudah dapat dipanen. Bahkan, dapat dijadikan bibit. Hasil yang besar tergantung dari media, pakan, serta ketelitian dalam proses pemeliharaan.
            Metode pemberian dan jenis pakan yang tepat merupakan kunci sukses dalam beternakn cacing tanah. Sebenarnya tidak ada formulasi khusus dari pakan yang harus digunakan untuk beternak cacing tanah. Semua peternak cacing tanah dapat mengembangkan motode dan pakan unggulannya masing-masing sehingga menjadi sangat bervariasi sesuai pengalaman masing-masing. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan ini antara lain ialah bahan tertentu yang dapat mengeluarkan gas harus dibusukkan terlebih dahulu sebelum dijadikan pakan, cacing tanah tidak memiliki gigi sehingga bahan pakannya harus berbentuk bubur dengan kandungan bahan padat 20% dan air 75%, cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga pakan harus diberi penutup, dalam waktu 24 jam cacing tanah dapat menghabiskan makanannya sebanyak bobot tubuhnya. Metode pemberian pakan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pengalaman peternak dan tujuan pemeliharaannya.
            Perawatan media bertujuan agar kondisi media selalu sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing tanah. Kegiatan perawatan media ini meliputi pengadukan, penyiraman, pengukuran suhu dan pH, serta penggantian media. Hama atau musuh cacing tanah yang biasanya dijumpai adalah lintas, kumbang, semut merah, binatang pengerta, kutu, kaki seribu dan orong-orong.
            Masa pemeliharaan cacing tanah sekitar 4 bulan. Artinya, setelah 4 bulan penebaran bibit, cacing tanah siap dipanen. Pemanenan cacing tanah tidak sulit. Namun, kalau tidak mngikuti kriteria panennya, kualitasnya akan jelek. Bahkan, cacing akan mati. Bila demikian, hasil panennya akan sulit dipasarkan. Hasil yang dapat dipanen dalam budidaya cacing tanah ini adalah cacing tanah dan media bekas pemeliharaan cacing (kascing). Teknis pemanenan dibedakan menjadi dua cara yaitu panen untuk mendapatkan bibit dan panen untuk pakan ternak dan ikan. Adapun cara panen cacing tanah untuk bibit yakni dengan menyiapkan wadah pemeliharaan yang diperkirakan sudah siap dipanen untuk dijadikan bibit; selain itu, menyiapkan wadah yang akan digunakan sebagai penampung bibit cacing tanah yang akan dipanen. Memasukkan sedikit media yang sedang digunakan ke dalam wadah penampung. Kemudian memanen bibit cacing tanah yang ada dalam wadah pemeliharaan dengan cara membolak-balikkan media sehingga cacing tanah akan tampak. Cara memanen untuk pakan ternak dan ikan ialah dengan membersihkan lantai atau tempat yang digunakan. Menyiapkan wadah untuk menampung cacing tanah berupa karung tepung, kaleng dan sebagainya. Media pemeliharaan yang berisi cacing tanah ditumpahkan ke atas lantai. Gemburkan media sambil dibentuk mejadi kerucut, kemudian mengeluarkan media sedikit demi sedikit mulai dari atas gundukan berbentuk kerucut media tersebut. Namun, pastikan media yang dikeluarkan tersebut tidak disertai cacing tanah yang berukuran kecil. Masukkan segera cacing tanah tersebut ke dalam wadah penampung. Cacing tanah dapat dipasarkan dalam bentuk segar namun bisa juga dalam bentuk tepung, jika akan dipasarkan bentuk segar maka pada saat pengangkutan cacing tanah harus dalam kondisi tetap segar dengan cara memasukkan sedikit media ke dalam wadah penampung yang dapat terbuat dari karung tepung terigu, namun pemasaran dalam bentuk tepung akan lebih mudah dikemas dan dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama, bahan yang digunakan untuk pengemasannya menggunakan bahan kemasan yang kedap udara. Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanannya tidak boleh disimpan ditempat lembap dan tidak tercemar bakteri atau binatang pengurai karena tepung cacing yang tercemar bakteri akan berbau tengik. Selain itu, tempat penyimpanannya harus aman dari gangguan hama, terutama tikus yang dapat menyelinap diantara karung dan merusak karung serta memakan tepung cacing.
            Manfaat yang dapat diperoleh dari cacing tanah selain digunakan sebagai pakan ikan, pakan burung berkicau, pakan ternak dan penyubur tanah, juga dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional. Beberapa manfaat cacing tanah untuk kesehatan adalah cacing tanah sebagai antipiretik atau penghilang demam, obat diare dan pelancar aliran darah, obat stroke dan hipertensi, serta bahan kosmetik modern. Pemanfaatan cacing tanah untuk obat tradisional caranya, ambil beberapa ekor cacing tanah, bersihkan dari tanah dan lumpur kemudian belah tubuhnya menggunakan pisau tajam untuk membuang isi perutnya, cuci dengan air sampai bersih lalu jemur hingga kering dan ditumbuk halus, seduh dengan air panas untuk menghilangkan kuman yang tersisa dengan cacing, lalu biarkan hingga dingin dan campurkan dengan sedikit madu, minum dua kali sehari yakni pada pagi dan malam hari.
      Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa budidaya cacing tanah merupakan suatu prospek pengembangan usaha yang dapat menambah pendapatan bahkan mampu menjadi usaha utama bagi peternaknya. Pemeliharaan yang mudah serta tidak memerlukan biaya yang tinggi ini cocok untuk pemula dibidang usaha peternakan. Hasil yang diperoleh dari produk cacing tanah ini pun mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dan dapat digunakan senagai obat tradisional.

DAFTAR PUSTAKA

Amri, Khairul S.Pi., Msi., Khairuman SP. 2009. Mengeruk Untung dari Beternak Cacing. PT. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Palungkun, Rony. 2010. Usaha Ternak Cacing Tanah. Penebar Swadaya, Jakarta.

jenis Keju

keju Cheddar. merupakan salah satu jenis keju keras yang mempunyai standar kadar air 39% dan kadar lemak 30%. 

keju Romano: termasuk kategori firm to hard cheese, dengan standar kadar air sebesar 34% dan lemak 25%.

fresh-cheese: ada 4 macam keju segar dengan bahan pengumpal asam, yaitu 
cottage Blanco, 


cottage cheese, 


baker's cheese,

cream cheese


sumber: Legowo, M.A. 2009